
Akhir November 2025, banjir dan tanah longsor menerjang tiga provinsi sekaligus: Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Dampaknya besar dan memanjang. Rekap Poskoordinasi Nasional (PoskoorNas) MDMC per 23 Desember 2025 mencatat 1.112 orang meninggal, 7.000 luka, 176 hilang, dan 498.447 jiwa mengungsi. Di saat yang sama, 158.096 rumah dilaporkan rusak, dari rusak ringan hingga rusak berat, disertai kerusakan ratusan fasilitas umum seperti sekolah, jembatan, dan tempat ibadah.
Bangsa Indonesia mengawali tahun 2026 dengan menyisakan duka akibat bencana banjir Aceh, Sumatra utara, Sumatra Barat, dan daerah lainnya. Suatu musibah berat yang tentu tidak dikehendaki dan mesti kita hadapi bersama.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman, menyerukan gerakan solidaritas nasional bagi korban banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan daerah lainnya.